News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara, Kapan Bisa Bebas?

 


Busrolana.com - Siapa yang tak kenal dengan sosok fenomenal satu ini? Ya Habib Rizieq adalah salah satu tokoh organisasi di Indonesia dengan nama FPI. Pimpinan organisasi yang nama panjangnya adalah Front Pembela Islam ini dikabarkan terkena vonis 4 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan akibat kasus kerumunan Petamburan. Tak hanya itu, ia juga didenda Rp 20 juta karena kasus kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Seperti yang kita tahu, bahwa Habib Rizieq telah ditahan pihak berwajib sejak beberapa bulan ini. Kasusnya bermula setelah Habib Rizieq dari Mekah pada Selasa, 10 November 2020. Saat itu, massa berkerumun di kawasan Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kedatangannya.

Penyebab Habib Rizieq Ditahan

Habib Rizieq dikabarkan pulang dari Arab untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam dan akad nikah putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.. Acara itu menimbulkan kerumunan massa dengan jumlah yang masif tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Setelahnya, Habib Rizieq melakukan perjalanan ke Megamendung. Dari dua perjalanannya ini, akhirnya membuat Habib Rizieq harus berurusan dengan hukum. Sidang pun bergulir di pengadilan, hingga akhirnya hakim menjatuhkan vonis pada pria bersorban tersebut.

Kapan Habib Rizieq Bebas?

Pengacara Habib Rizieq, yaitu Aziz Yanuar, berasumsi bahwa jika melihat vonis hakim di kasus Petamburan, maka Habib Rizieq akan bebas pada Juli 2021 ini. Sementara itu, untuk Ahmad Shabri Lubis, dkk, Aziz memperkirakan bahwa mereka akan keluar setidaknya 2-3 bulan lagi.

Perlu diketahui, bahwa vonis 4 tahun penjara tak hanya berlaku untuk Habib Rizieq saja. Rekan-rekannya seperti Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, Ahmad Shabri Lubis, Haris Ubaidillah, serta Maman Suryadi juga divonis masa kurungan yang sama.

Dalam putusan hakim, Rizieq, dkk dinyatakan telah melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018. Pasal tersebut berisi tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut merupakan dakwaan alternatif ketiga.

Hakim menyatakan bahwa Habib Rizieq resmi bersalah akibat membuat kerumunan massa melebihi batas maksimum ketika acara pernikahan putrinya serta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Petamburan. Hal ini dinilai sebagai kegiatan yang tidak mematuhi kekarantinaan kesehatan yang sedang gencar dilakukan pemerintah guna mencegah penyebaran virus Corona.

Habib Rizieq juga dianggap bersalah akibat menyebarkan berita bohong sehubungan dengan hasil tes swab dalam kasus RS Ummi, yang menyebabkan terjadinya keonaran.

Habib Rizieq dkk Tak Terbukti Menghasut

Saat hakim membacakan pertimbangan terhadap tuntutan 2 tahun penjara kepada Habib Rizieq serta penjara selama 1,5 tahun untuk terdakwa lain.Hakim menyebut hal tersebut terlalu berat. Habib Rizieq dkk tidak terbukti melanggar Pasal 160 KUHP, tentang penghasutan.

Hakim menegaskan, bahwa tuntutan pidana yang dimaksud dinilai akan memberatkan terdakwa-terdakwa lain.Sebab penuntut umum hanya mendasarkan tuntutannya Habib Rizieq terkait pelanggaran Pasal 160 KUHP.Pasal tersebut menerangkan tentang penghasutan agar tidak menaati kekarantinaan kesehatan.

Selain itu, hakim juga menerangkan bahwa berdasarkan fakta dilapangan, tidak satupun yang terbukti melakukan penghasutan. Sehingga pasal 160 KUHP tak bisa dijadikan alasan untuk menghukumnya.

Ia juga mengatakan, bahwa bukti yang ada hanya mengarah pada pelanggaran Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 pasal 55 ayat ke 1 KUHP tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Asrinaldi yang merupakan pengamat politik dari Universitas Andalas menyebutkan bahwa para pendukung Habib Rizieq menganggap vonis tersebut tidak adil. Alasannya, pelanggaran serupa yakni yang berkaitan dengan pelanggar protokol kesehatan (prokes) banyak dilakukan pihak lain termasuk sejumlah pejabat pemerintahann, namun tidak diproses secara hukum.

(RSL)

Tags

Post a Comment