News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hukum Menasehati Saudara di Grup Keluarga, Bolehkah?

 


Pertanyaan :

Assalamualaikum pak ustad. Kalau kita mempunyai grup kluarga...kadang kita mnasehati yg ditujukan untuk seseorang tp kita luahkan di grup tdk melalui orang nya langsung..apa termasuk riya pak ustad?? dan klu kita mnyuruh sholat atau zikir ,sholawat di tujukan untuk seseorang tapi  mlalui grup tdk melalui orang nya langsung apa tdk termasuk riya p.ustad mohon pencerahan nya.

Dari : Dini

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Riya atau tidaknya tergantung niat yang menasehati. 

Apabila niatnya menasehati agar dipuji orang, maka termasuk riya. Bahkan meninggalkan suatu perkara karna manusia pun termasuk riya.

Imam An-Nawawi rohimahullah menuqil perkataan Imam Fudhail bin Iyad rohimahullah sebagaimana disebutkan di dalam kitabnya At-Tibyan Fii Aadabi Hamalatil Qur'an :

ترك العمل لاجل الناس رياء والعمل لاجل الناس شرك

Meninggalkan amalan karena manusia termasuk riya dan beramal karena manusia termasuk riya. (At-Tibyan Fii Aadabi Hamalatil Qur'an, jilid 1 halaman 32).

Memang pada hakikatnya, jika menasehati hanya untuk mengingatkan tanpa niat riya boleh-boleh saja.

Namun dahulukan menasehatinya secara pribadi. Kecuali di grup-grup umum yang mempunyai aturan-aturan tertentu yang memang diharuskan dinasehati di dalam grup, agar orang yang berada di dalam grup tau peraturannya.

Akan tetapi jika hanya sekedar grup keluarga, lebih baik dinasehati secara pribadi.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Post a Comment